Baru Setahun Dibangun, Landasan Kontainer Sampah DLH Ngawi Sudah Banyak Kerusakan
Meskipun proyek pembangunan landasan kontainer sampah di Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Ngawi baru beroperasi selama satu tahun, kondisi bangunan sudah menunjukkan kerusakan yang signifikan. Beberapa bagian dari bangunan tersebut sudah terlihat retak-retak.
Dengan membangun landasan kontener sampah, diharapkan akan ada solusi jangka panjang untuk masalah sampah di wilayah tersebut. Tetapi keadaan sekarang tidak sesuai dengan harapan karena fasilitas publik yang baru saja dibangun pada tahun 2023 mengalami kerusakan.
Berdasarkan laporan lapangan, kondisi landasan kontainer di sekitar makam Jalan Bernadip telah mengalami berbagai kerusakan. Beberapa dindingnya retak, patah dan lantainya sudah rusak parah (berlubang).
Eko, seorang petugas pengangkut sampah, mengeluhkan kondisi lantai yang berlubang di lokasi kerjanya. Terutama saat musim hujan, lantainya menjadi tergenang air dan membuat pekerjaannya lebih sulit ketika harus memasukkan sampah ke bak kontainer.
Menurut Eko, lantai tersebut sudah mengalami kerusakan dan bahkan berlubang. Saat musim hujan, genangan air semakin menyulitkan bagi orang untuk memasukkan sampah ke dalam bak kontainer. Jika tidak ditangani, kondisi ini dapat merusak dasar lantai yang sudah rusak.
Eko berharap agar pihak terkait segera mengambil tindakan untuk memperbaiki masalah genangan air dan membuatnya lebih mudah untuk membuang sampah. Dengan demikian, lingkungan akan lebih bersih dan sehat bagi semua orang.
Proyek ini menghabiskan anggaran APBD tahun 2023 sebesar Rp 113.534.000. Kerusakan yang terjadi pada bangunan landasan kontainer sampah menimbulkan kekhawatiran tentang perencanaan, kualitas material, dan pelaksanaan proyek tersebut. Diperlukan evaluasi mendalam untuk memastikan ketepatan dan efisiensi penggunaan dana yang signifikan ini.
Menurut kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Ngawi, Taufik, belum ada tanggapan saat dikonfirmasi melalui chat dan panggilan telepon melalui WhatsApp. Tidak ada respon hingga berita ini dipublikasikan.